Bercumbu Dengan Anak Teman Kakakku

Bercumbu Dengan Anak Teman Kakakkuby masbroon.Bercumbu Dengan Anak Teman KakakkuNamaku Soni, Aku adalah seorang mahasiswa senior di salah satu perguruan tinggi negri di Jakarta Untuk saat ini aku tidak mendapatkan mata kuliah lagi dan hanya mengerjakan skripsi saja. Oleh karena itu aku sering main ke tempat abangku di Bogor. Suatu ketika aku berkunjung kerumah kakakku di bogor. Kebetulan saat itu sedang ada tamu yaitu […]

Namaku Soni, Aku adalah seorang mahasiswa senior di salah satu perguruan tinggi negri di Jakarta Untuk saat ini aku tidak mendapatkan mata kuliah lagi dan hanya mengerjakan skripsi saja. Oleh karena itu aku sering main ke tempat abangku di Bogor.

Suatu ketika aku berkunjung kerumah kakakku di bogor. Kebetulan saat itu sedang ada tamu yaitu teman kakakku,namanya Hendra. Mas Hendra adalah teman sekolah kakakku waktu SMA dulu. Dia memiliki seorang anak perempuan bernama Novi yang masih duduk di kelas 1SMA.

Kalau aku ke Bogor aku sering main ke rumahnya. Dan pada suatu hsri, aku ditugaskan oleh mas Herman untuk menemani Novi karena dia harus menjenguk sodaranya yang sakit diluar kota. Oleh karena itu ia minta cuti di kantornya selama 1 minggu. Ia berangkat bersama istrinya. Selang beberapa hari saat aku sedang bersantai dirumah mas Herman,aku memilih menonton film melalui DVD,kulihat ada satu kaset yang bergambar sedikit fulgar. Benar saja ternyata itu film porno,karena saat itu sedang tidak ada siap siapa dirumah akhirnya
kutonton saja. Kira kira 15 menit kunikmati film terdengar suara dari depan pintu,dan buru buru kumatikan TV dan DVD tadi.

“Hallo, Bang Soni..!” Novi masuk sambil tersenyum manja.

“Bang, tolong dong bayarin Bajaj.. uang Novi gede nih, abangnya nggak ada kembalinya.”

Aku tersenyum mengangguk dan keluar membayarkan Bajaj yang cuma tujuh ribu rupiah. Saat aku masuk kembali.., kagetlah aku! Novi duduk di karpet di depan televisi, dan menyalakan kembali video porno yang sedang kuputar tadi. Novi memandang kepadaku dan tertawa geli.

“Ih! bang Soni! Begitu, tho, caranya..? Novi sering diceritain temen-temen, tapi belon pernah liat.”
Gugup aku menjawab, “Nov.. kamu nggak boleh nonton itu! Kamu belum cukup umur! Ayo, matiin.”

“Aahh, bang Soni. Jangan gitu, dong! Tu, liat.. cuma begitu aja! Gambar yang dibawa temen Novi di sekolah lebih mantabzz.” Tak tahu lagi apa yang harus kukatakan, dan khawatir kalau kularang Novi justru akan lapor pada orangtuanya, aku pun ke dapur membuat minum dan membiarkan Novi terus menonton. Dari dapur aku duduk-duduk di halaman belakang rumah sambil memberi makan ikan dikolam.

Sekitar jam 8 malam, aku keluar dan membeli makanan. Sekembalinya, di dalam rumah kulihat Novi sedang tengkurap di sofa mengerjakan tugas, dan.. astagaaaa! Ia mengenakan daster yang pendek dan tipis. Tubuhnya yang sudah mulai matang terpampang jelas. Paha dan betisnya terlihat putih mulus, dan pantatnya membulat indah.

Aku menelan ludah dan terus masuk menyiapkan makanan. Setelah makanan siap, aku memanggil Novi. Dan.., sekali lagi astaga.. jelas ia tidak memakai BH, karena puting susunya yang menjulang lancip dibalik dasternya. Aku semakin gelisah karena penisku yang tadi sudah mulai “bergerak”, sekarang benar-benar menegak dan menonjol di celanaku.

Selesai makan, saat mencuci piring berdua di dapur, kami berdiri bersampingan, dan dari celah di dasternya, buah dadanya yang indah mengintip. Saat ia membungkuk, puting susunya yang merah muda kelihatan dari celah itu. Aku semakin gelisah. Selesai mencuci piring, kami berdua duduk di karpet ruang keluarga. Kemudian kami ngobrol dan bercerita panjang lebar sambil sesekali aku goda dia.

“Nov…kamucantik banget badanmu montok tapi sayang kamu masih ingusan” ledekku sambil tertawa.

Tiba tiba Novi meloncat dari karpet dan berusaha mencubiti lenganku. Aku menghindar dan menangkis, tapi ia terus menyerang sambil tertawa, dan.. tersandung!

Ia jatuh ke dalam pelukanku, membelakangiku. Lenganku merangkul dadanya, dan ia duduk tepat di atas batang kemaluanku! Kami terengah-engah dalam posisi itu. Bau bedak bayi dari kulitnya dan bau rambutnya membuat birahiku makin terpacu. Dan aku pun mulai menciumi lehernya. Novi mendongakkan kepala sambil memejamkan mata, dan tanganku pun mulai meremas kedua buah dadanya.

Nafas Novi makin terengah, dan tanganku pun masuk ke antara dua pahanya. Celana dalamnya sudah basah, dan jariku mengelus belahan yang membayang. “Uuuhh.. mmhh….oohhhh…Novi       menggelinjang. Kesadaranku yang tinggal sedikit seolah memperingatkan bahwa yang sedang kucumbu adalah seorang gadis SMA, tapi gariahku sudah sampai ke puncak dan aku pun menarik lepas dasternya dari atas kepalanya.

Aahh..! Novi menelentang di karpet dengan tubuh hampir polos!

Aku segera mengulum puting susunya yang merah muda, berganti-ganti kiri dan kanan hingga dadanya basah mengkilap oleh ludahku. Tangan Rina yang mengelus belakang kepalaku dan erangannya yang tersendat membuatku makin tak sabar. Aku menarik
lepas celana dalamnya, dan.. nampaklah bukit kemaluannya yang baru ditumbuhi rambut jarang. Bulu yang sedikit itu sudah nampak mengkilap oleh cairan kemaluan Rina. Aku pun segera membenamkan kepalaku ke tengah kedua pahanya.

“Emmhh..
mmaahh..,” tangan Novi meremas sofa dan pinggulnya menggeletar ketika bibir kemaluanny kujilati.

Sesekali lidahku berpindah ke perutnya dan mengemut perlahan.

“Ooohh.. aduuhh..,” Novi mengangkat punggungnya ketika lidahku

menyelinap di antara belahan vaginanya yang masih sangat rapat.

Lidahku bergerak dari atas ke bawah dan bibir kemaluannya mulai membuka. Sesekali lidahku akan membelai kelentitnya dan tubuh Novi akan terlonjak dan nafas Novi seakan tersedak. Tanganku naik ke dadanya dan meremas kedua bukit dadanya. Putingnya sedikit membesar dan mengeras. Ketika aku berhenti menjilat dan mengulum, Novi tergeletak terengah-engah, matanya terpejam. Tergesa aku membuka semua pakaianku, dan kemaluanku yang tegak teracung ke langit-langit, kubelai-belaikan di payudara Novi.

“Mmmhh.. mmhh.. oohhmm..,” ketika Novi membuka bibirnya, kujejalkan kepala kemaluanku.

Mungkin film tadi masih diingatnya, jadi ia pun mulai menyedot. Tanganku berganti-ganti meremas dadanya dan membelai kemaluannya. Segerasaja kemaluanku basah dan mengkilap. Tak tahan lagi, aku pun naik ke atas tubuh Novi dan bibirku melumat bibirnya. Aroma kemaluanku ada di mulut Novi dan aroma kemaluan Novi di mulutku, bertukar saat lidah kami saling membelit. Dengan tangan, kugesek-gesekkan kepala kemaluanku ke celah di selangkangan Novi, dan sebentar kemudian kurasakan tangan Novi menekan pantatku dari belakang.

“Ohhmm, mam.. msuk.. hhh.. msukin.. Banggg.. hh.. ehekmm..”

Perlahan kemaluanku mulai menempel di bibir liang kemaluannya, dan Novi semakin mendesah-desah. Segera saja kepala kemaluanku kutekan, tetapi gagal saja karena tertahan sesuatu yang kenyal. Aku pun berpikir, apakah lubang sekecil ini akan dapat menampung kemaluanku yang besar ini. karena ukuran kemaluanku lumayan besar dengan panjang sekitar 15 cm dan lebar sekitar 2,5 cm sedangkan Novi masih SMA dan ukuran lubang kemaluannya masih sempit dan kecil.

Tetapi dengan dorongan nafsu yang besar, aku pun berusaha. Akhirnya usahaku pun berhasil. Dengan satu sentakan, tembuslah halangan itu. Rina memekik kecil, dahinya mengernyit menahan sakit. Kuku-kuku tangannya mencengkeram kulit punggungku. Aku menekan lagi, dan terasa ujung kemaluanku membentur dasar padahal baru 3/4 kemaluanku yang masuk. Lalu aku diam tidak bergerak, membiarkan otot-otot kemaluan Rina terbiasa dengan benda yang ada di dalamnya.

Sebentar kemudian lekuk di dahi Novi menghilang, dan aku pun mulai menarik dan menekankan pinggulku. Novi mengerutkan dahinya lagi, tapi lama kelamaan mulutnya menceracau.

“Aduhh.. sshh.. iya.. terusshh.. mmhh.. aduhh.. enak.. Bangg…”

Aku merangkulkan kedua lenganku ke punggung Novi, lalu membalikkan kedua tubuh kami hingga Novi sekarang duduk di atas pinggulku. Nampak setengah kemaluank menancap di kemaluannya. Tanpa perlu diajarkan, Novi segera menggerakkan pinggulnya, sementara jari-jariku berganti-ganti meremasi dada, kelentit dan pinggulnya, dan kami pun berlomba mencapai puncak.

Lewat beberapa waktu, gerakan pinggul Novi makin menjadi dan ia pun membungkukkan tubuhnya dan bibir kami berlumatan. Tangannya menjambak rambutku, dan akhirnya pinggulnya menyentak berhenti. Terasa cairan hangat membalur seluruh batang kemaluanku.

Setelah tubuh Novi melemas, aku mendorong ia telentang. Dan sambil menindihnya, aku mengejar puncakku sendiri. Ketika aku mencapai klimaks, Novi tentu merasakan siraman air maniku di liangnya, dan ia pun mengeluh lemas dan merasakan orgasmenya yang ke dua.

Beberapa saat kami diam terengah-engah, dan tubuh kami yang basah kuyup dengan keringat masih saling bergerak bergesekan, merasakan sisa-sisa kenikmatan orgasme.

“Aduh, Bangg…. Novi lemes. Tapi enak banget.”

Aku hanya tersenyum sambil membelai rambutnya yang halus. Satu tanganku lagi ada di pinggulnya dan meremas-remas. Kupikir tubuhku yang lelah sudah terpuaskan, tapi segera kurasakan kemaluanku yang telah melemas bangkit kembali dijepit liang vagina Novi yang masih amat kencang. Aku segera membawanya ke kamar mandi, membersihkan tubuh kami berdua dan.. kembali melanjutkan permainan kami. Sepanjang malam aku mencapai 4 kali orgasme, dan Novi.. entah berapa kali

Esok paginya Novi kusuruh sarapan sebelum berangkat sekolah. Setelah selesai sarapan kuantar Novi ke pagar sambil kemudian ku kecup keningnya. Lalu aku masuk ke kamar tidur tamu dan segera tidur. Entah berapa kali kami melakukan hubungan sex sepanjang seminggu itu. Yang pasti aku sangat beruntung dimintai tolong oleh mas Hendra menemani anaknya. Karena selain menemani aku juga bias menyetubuhi anaknya itu.

Author: 

Related Posts

Comments are closed.